REVIEWLAND.COM®

Rasio Hutang pemerintah Indonesia di tahun 2018 ternyata sangat sehat, jauh lebih sehat dibanding negara-negara maju di dunia

Pada bulan Januari 2018, badan intelijen Amerika, CIA, merilis data peringkat rasio Hutang Pemerintah (alias Public Debt / Government Debt) dari seluruh negara di dunia.
Data-data ini dinyatakan akurat karena CIA juga banyak bekerjasama mengumpulkan data dari berbagai lembaga keuangan seperti IMF.

Daftar yg dirilis oleh CIA adalah peringkat rasio hutang pemerintah terhadap GDP (Produk Domestik Bruto)

Angka ratio yg umum dinamakan “Public debt to GDP ratio” tersebut menunjukkan persentase jumlah hutang pemerintah terhadap GDP negara tersebut.
Rasio ini akan menentukan seberapa sulit pemerintah dalam mengatasi hutang-hutangnya dengan mengandalkan pada GDP (hasil produksi barang/jasa dari negaranya).

Semakin rendah angka ratio berarti makin baik, yg artinya proporsi hutang pemerintah masih lebih rendah dibanding jumlah GDP negara tersebut.
Sedangkan bila tinggi ratio nya, berarti pemerintah bakal kesulitan mengatasi hutang-hutangnya dengan mengandalkan pada output produksi (GDP) negaranya.

Secara analogi sederhana, bisa dimisalkan jika rasio hutang pribadi anda cuma sebesar 10% dari gaji bulanan anda, maka anda tentu tidak mengalami masalah. Tapi ketika rasio hutang anda mencapai 100% alias setara gaji anda, maka anda akan dikatakan “terlilit hutang secara kronis”

news-rasiohutangindonesia2018-1

news-rasiohutangindonesia2018-2

news-rasiohutangindonesia2018-3

JEPANG PALING KRONIS RASIO HUTANGNYA

Rasio hutang tertinggi alias paling kronis ditempati oleh Jepang, dengan angka rasio hutang yg sangat tinggi hingga mencapai 223.8% dari GDP negara tersebut.
Ini berarti hutang pemerintah Jepang sedemikian banyaknya hingga sulit dicover oleh kemampuan produksi (GDP) yg dihasilkan oleh rakyatnya.

Jepang adalah negara yg rakyatnya memiliki masalah dalam kemampuan beranak pinak. Populasinya stagnan, oleh karena itu otomatis GDP negaranya juga cenderung berpotensi menurun sementara hutang pemerintahnya cukup banyak.

Untuk mengatasi hutang pemerintah yang banyak, maka menggenjot pajak dijadikan senjata utama pemerintah Jepang

Oleh karena itu jangan heran jika pajak rakyat di Jepang sangat tinggi. Pajak penghasilan di Jepang berada di kisaran 40%-50%, yang artinya rakyatnya seolah cuma terima “separuh gaji”. Bahkan pajak waris di Jepang mencapai angka 70%. Yang artisnya orang Jepang sulit untuk kaya dari warisan, karena pemerintah akan menyita sebagian besar harta warisan.
Cara seperti ini harus dilakukan pemerintah Jepang karena hutang pemerintahnya sangat banyak dan sulit untuk dicover GDP negara tersebut. 
Oleh karena itu mencekik rakyatnya dengan pajak tinggi adalah satu-satunya cara bagi pemerintah Jepang untuk menutup hutangnya.

BANGKRUTNYA YUNANI TERJAWAB DISINI

Negara Yunani beberapa waktu yang lalu sempat dinyatakan bangkrut. Penyebabnya sudah jelas. Yunani berada di peringkat #2 dalam hal rasio keparahan hutang. Dan mungkin Yunani tidak seberuntung Jepang dalam mengatasi masalah tingginya hutang pemerintah mereka.
Mungkin rakyat Yunani tidak rela dicekik dengan pajak tinggi, sementara rakyat Jepang rela & pasrah dicekik dengan pajak tinggi oleh kaisarnya sehingga negara sakura itu masih tetap berjaya, sedangkan negara para dewa-dewa malah bangkrut.

INDONESIA TERNYATA SANGAT SEHAT RASIO HUTANGNYA

Jumlah hutang pemerintah Indonesia seringkali dijadikan permasalahan seolah negara ini mau kiamat dan bangkrut.

Padahal faktanya, rasio hutang pemerintah Indonesia terbilang sangat rendah jika dibandingkan dengan negara lain.

Peringkat Indonesia dalam daftar rasio “keparahan hutang” ternyata sangat rendah, cuma urutan #149 dengan angka rasio hutang pemerintah cuma 33.1% dari GDP negara kita.

Indonesia termasuk negara G20 yg berarti merupakan salah satu negara yg memiliki GDP sangat tinggi. Tingginya GDP ini mampu mengcover hutang pemerintah yang sesungguhnya tidak seberapa.

Namun seringkali masalah jumlah hutang negara Indonesia terlalu dibesar-besarkan oleh beberapa pihak untuk alasan politis maupun usaha kudeta & makar.

Padahal, faktanya, GDP negara Indonesia yg tinggi tersebut akan mampu mengatasi jumlah hutang pemerintah. 
Secara overall, kondisi hutang pemerintah kita per 2018, tergolong sangat sehat dan jauh dari kronis.

Bahkan rasio hutang pemerintah Indonesia masih jauh lebih rendah dibanding negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman, Singapore, dan Australia.

Amerika sekalipun GDP-nya tinggi namun hutang pemerintahnya juga luar biasa tinggi. Sementara Singapore sekalipun hutang pemerintahnya tidak terlalu banyak, tapi GDP nya juga rendah. Sehingga secara overall, negara-negara maju tersebut masih kalah bagus oleh Indonesia dalam hal rasio hutang pemerintahnya terhadap GDP.

CHINA & RUSIA ADALAH NEGARA YANG TERBEBAS DARI JERAT HUTANG

Berbeda dengan negara adidaya seperti Amerika, Inggris, Jerman, dan Jepang yg pemerintahnya terlilit hutang secara kronis, China dan Rusia adalah 2 negara adidaya yg pemerintahnya bisa dikatakan “terbebas dari jerat hutang”.

Rusia dulunya juga terlilit hutang. Namun semenjak di tangan Vladimir Putin, Rusia berhasil melunasi seluruh hutang-hutangnya menggunakan komoditi minyak yg memang merupakan andalan negara itu. 
Rusia adalah produsen minyak #1 di dunia, dan hasil dari minyak digunakan oleh Putin untuk melunasi hutang pemerintah.
Alhasil, Rusia sekarang termasuk negara adidaya yg bisa dikatakan “terbebas hutang”.
Rasio hutang Rusia cuma 11.8% yang menempatkannya di peringkat rasio hutang yg sangat rendah yaitu #194.

China juga merupakan negara adidaya yg bisa disebut “terbebas dari hutang” seperti halnya Rusia.
GDP negara China yang sangat tinggi mampu mengcover hutang pemerintahnya yg jumlahnya tidak ada apa-apanya dibanding jumlah output produksi negara komunis tersebut.
Sekalipun rasio hutang China tidak sebagus Rusia, namun China juga memiliki peringkat rasio hutang yg sangat rendah yaitu berada di posisi #187 dengan angka rasio hutang cuma 18.6% dari GDP.

DATA DARI CIA TERBUKTI AKURAT & MIRIP DENGAN DATA DARI BANK INDONESIA

news-rasiohutangindonesia2018-4

Bank Indonesia secara resmi mengumumkan bahwa jumlah hutang (ULN) Indonesia pada November 2017 mencapai Rp. 4.636 Triliun.
Sementara jumlah GDP (PDB) Indonesia menurut data resmi pemerintah Indonesia adalah sebesar Rp. 13.588 trilyun sepanjang tahun 2017.

Berdasar kedua angka tersebut, Bank Indonesia menyatakan rasio ULN terhadap PDB berada di kisaran 34% yang berarti mirip dengan data intelijen CIA yang menyatakan Rasio sebesar 33.1%

Jadi data rasio hutang yang dirilis CIA ini terbukti sahih kebenarannnya dan bisa dijadikan acuan & perbandingan dengan negara lain di daftar tersebut

Budz Kay

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Gadget & Teknologi

Review SmartphoneReview Camera & LensaReview Console & Portable Gaming         The Eye of RE         Review PC & LaptopReview PC & LaptopReview PC & Laptop

"In Hoc Signo Vides"
Behold The Eye of RE