REVIEWLAND.COM®

Core i7 generasi tua dipermalukan Core i3 generasi muda: Meluruskan aliran sesat di kalangan umat Intel

pc-corei7corei3

Masih cukup banyak orang yang beranggapan bahwa Core i7 selalu lebih unggul dibanding Core i3 tanpa melihat generasi tahun prosesor tersebut dibuat. Sama banyaknya dengan orang yang masih ngotot mendewa-dewakan Mercy tua yang secara teknis & kinerja telah kalah jauh dibanding sedan Toyota keluaran baru yang lebih modern segala-galanya.
Sudah banyak nabi-nabi diutus untuk menyadarkan umat Intel yang bebal tersebut hingga berbusa-busa, namun masih saja ada yang ngotot meyakini bahwa Core i7 akan selalu lebih unggul dibanding Core i3

Kalau memang tidak mau pindah agama, ber-agama lah di ajaran yang benar

Sekalipun saat ini prosesor AMD Ryzen lebih mampu memberikan kinerja & harga terbaik, namun tidak bisa dipungkiri bahwa masih cukup banyak orang yang tidak mau berpindah agama dari Intel ke AMD. Alasannya tentu soal iman & keyakinan.
Penolakan untuk berpindah agama dari Intel ke AMD ini tentu bisa dimaklumi bila memang dasarnya iman & keyakinan.  Namun bila umat Intel tetap bersikukuh di agamanya, hendaklah mereka mengikuti aliran ajaran Intel yang benar, jangan mengikuti aliran sesat.

Pemujaan buta terhadap Core i7 adalah aliran sesat di agama Intel

Pemujaan berlebihan kepada label Core i7 dan meyakini bahwa Core i7 akan selalu lebih kencang daripada Core i3 adalah sebuah aliran/ajaran sesat di agama Intel. Karena fakta membuktikan bahwa sebuah Core i7 generasi tua justru akan dipermalukan habis & dirajam hingga tewas oleh Core i3 generasi muda.

Pemuja aliran sesat akan terkena azab & dihukum secara finansial

Sesungguhnya para pemuja Core i7 generasi tua akan ditimpakan azab berupa mengeluarkan uang lebih mahal untuk sebuah kinerja yang loyo. Karena sekalipun Core i7 generasi tua kinerjanya kalah jauh dibanding Core i3 generasi muda, namun harga bekas Core i7 lawas bahkan masih jauh lebih mahal dibanding Core i3 generasi terbaru. Ini tentu sebuah kegilaan sekaligus kebodohan yang kemudian dimanfaatkan oleh juragan prosesor pasar loak untuk menjual Core i7 tua dengan harga overprice.

Sudah saatnya penghakiman ditimpakan kepada Core i7 tua yang selama ini telah menyesatkan umat Intel

Dalam perbandingan kali ini bisa dilihat bagaimana nasib Core i7 genarsi tua yaitu Core i7 generasi 4 (Haswell) dan Core i7 generasi 6 (Skylake) ketika menghadapi Core i3 generasi muda yaitu Core i3 generasi 9 (Coffee Lake) dan Core i3 generasi 10 (Comet Lake)

 

Core i7 4770 (Generasi 4 / Haswell)
Rp. 1,9 juta (Bekas)

Prosesor Intel generasi 4 ini diluncurkan pada kuartal ke 2 tahun 2013 dengan codename “Haswell” (22 nm). Prosesor ini memiliki 4 core+HT (8 thread) dengan clock standard 3,4 GHz  dan clock Turbo 3,6 GHz (4 core) / 3,9 GHz (1 core).
Haswell adalah generasi prosesor jadul yang masih berbasis proses manufaktur 22 nm, sehingga cenderung lebih boros daya & lebih panas, dengan TDP mencapai 84 watt.
Prosesor Intel generasi 4 ini mengadopsi Socket LGA 1150 yang tentunya tidak akan kompatibel lagi dengan motherbard yang diperuntukkan bagi prosesor Intel generasi 6 ke atas.

pc-corei7corei3-corei74770

Sekalipun sudah 7 tahun berlalu, namun Core i7 4770 masih saja dijual dengan harga mahal. Bahkan harga bekasnya masih berkisar Rp. 1,9 juta.
Ini tentu sebuah pembodohan sekaligus penyesatan konsumen, mengingat dengan harga di kisaran itu bisa didapatkan prosesor Intel & AMD generasi baru yang jauh lebih cepat dan kondisinya baru, bukan barang bekas.
Namun banyaknya konsumen yang mendewa-dewakan label “Core i7” membuat kebodohan ini makin mengakar hingga dunia akhirat, karena fakta yang sesungguhnya adalah: Core i7 generasi lawas akan dilibas habis kinerjanya oleh Core i3 generasi baru.

Pada artikel sebelumnya yaitu Duel CPU Intel vs AMD di harga Rp. 2juta, Core i7 4770 terbukti berhasil dipermalukan oleh prosesor Intel & AMD terbaru yang juga seharga Rp. 2juta. Namun kali ini prosesor Core i7 seharga Rp. 2 juta ini bahkan dipermalukan secara hina oleh prosesor baru seharga Rp. 1juta, yaitu Core i3 9100F

Core i7 6700 (Generasi 6 / Skylake)
Rp. 3,3 juta (Bekas)

Prosesor Intel generasi 64 ini diluncurkan pada kuartal ke 3 tahun 2015 dengan codename “Skylake” (14 nm). Prosesor ini memiliki 4 core+HT (8 thread) dengan clock standard 3,4 GHz  dan clock Turbo 3,7 GHz (4 core) / 4,0 GHz (1 core).
Skylake merupakan prosesor yang berbasis proses manufaktur 14 nm, yang berarti kemajuan dibanding generasi ke 4 (Haswell) yang masih 22nm.
Dengan teknologi manufaktur 14nm, TDP Skylake turun jadi 65 watt, yang berarti lebih irit daya & lebih adem ketimbang Haswell yang TDP nya mencapai 85 watt.
Prosesor Intel generasi 6 ini mengadopsi Socket LGA 1151 yang tentunya tidak akan kompatibel lagi dengan motherboard yang diperuntukkan bagi prosesor Intel generasi 8 ke atas.

pc-corei7corei3-corei76700

Sekalipun sudah 5 tahun berlalu, namun Core i7 6700 masih saja dijual dengan harga sangat mahal. Bahkan harga bekasnya masih berkisar Rp. 3,3 juta. Sebuah harga gila sekaligus fantastis.
Harga fantastis Core i7 6700 ini tentu sebuah pembodohan sekaligus penyesatan konsumen, mengingat dengan harga kisaran Rp. 3 juta bisa didapatkan prosesor Intel & AMD generasi baru seri atas yang sudah pasti jauh lebih cepat dan kondisinya baru, bukan barang bekas.
Namun banyaknya konsumen yang mendewa-dewakan label “Core i7” membuat kebodohan ini makin mengakar hingga dunia akhirat, karena fakta yang sesungguhnya adalah: Core i7 generasi lawas akan dilibas habis kinerjanya oleh Core i3 generasi baru.

Core i3 9100F (Generasi 9 / Coffee Lake)
Rp, 1 juta (Baru)

Prosesor Intel generasi 9 ini diluncurkan pada kuartal ke 2 tahun 2019 dengan codename “Coffee Lake” (14 nm). Prosesor ini memiliki 4 core saja tanpa HT (4 thread) dengan clock standard 3,6 GHz  dan clock Turbo 3,8 GHz (4 core) / 4,2 GHz (1 core).
Coffee Lake adalah generasi prosesor baru yang masih berbasis proses manufaktur 14 nm seperti prosesor lawas generasi 6 (Skyake), TDP nya juga sama-sama 65 watt.
Prosesor Intel generasi 9 ini mengadopsi Socket LGA 1150 yang tentunya tidak akan kompatibel dengan motherboard yang diperuntukkan bagi prosesor Intel generasi 7 ke bawah.

pc-corei7corei3-corei39100f

Kehadiran prosesor intel generasi 9 ini merupakan terobosan baru sekaligus kejutan hebat dari Intel. Karena intel yang biasanya membandrol harga prosesornya lebih mahal daripada AMD, kini membanting harga prosesor terbarunya untuk menghadapi serangan prosesor AMD yang kian hari makin merajai pangsa pasar prosesor.
Dengan harga Core i3 9100F yang cuma Rp. 1juta, jangankan Core i7 genarasi lawas, bahkan proseor AMD Ryzen  di harga 1 juta pun tak mampu menaklukkan keperkasaan prosesor Intel Core i3 generasi 9 ini.

Sekalipun kastanya seolah terlihat lebih rendah karena menyandang gelar “Core i3”, namun secara kinerja terbukti mampu mempermalukann Core i7 generasi sebelumnya yang dibandrol dengan harga 2x lebih mahal .

Sebetulnya prosesor intel generasi 9 secara teknologi & kinerja masih mirip dengan generasi 8, oleh karena itu codename kedua-duanya juga masih sama yaitu “Coffe Lake”. Yang paling membedakan sebetulnya hanyalah harga jualnya. Prosesor intel generasi 9 dijual dengan harga yang jauh lebih murah dibanding generasi 8, sebagai strategi intel untuk mengatasi persaingan dari AMD Ryzen yang kian hari makin populer.
Strategi pangkas harga ini dilakukan karena intel sudah tak mampu lagi bersaing secara teknologi lagi dengan AMD (intel masih berkutat di 14nm, AMD sudah di 7nm), sehingga menjual prosesor generasi terbarunya dengan harga murah menjadi senjata pamungkas yang bisa dilakukan oleh Intel untuk bersaing dengan AMD.

 

Core i3 10100 (Generasi 10 / Comet Lake)
Rp, 1,7 juta (Baru)

Prosesor Intel generasi 10 ini diluncurkan pada kuartal ke 2 tahun 2020 dengan codename “Comet Lake” (14 nm). Prosesor ini memiliki 4 core + HT (8 thread) dengan clock standard 3,6 GHz  dan clock Turbo 4,1 GHz (4 core) / 4,3 GHz (1 core).
Comet Lake adalah generasi prosesor baru yang masih berbasis proses manufaktur 14 nm seperti prosesor lawas generasi 6 (Skylake), TDP nya juga sama-sama 65 watt.
Prosesor Intel generasi 10 ini mengadopsi Socket LGA 1200 yang tentunya tidak akan kompatibel dengan motherboard yang diperuntukkan bagi prosesor Intel generasi 9 ke bawah.

pc-corei7corei3-corei310100

Kehadiran prosesor intel generasi 10 ini meneruskan prestasi bagus dari intel generasi 9. Sekalipun kastanya seolah terlihat lebih rendah karena menyandang gelar “Core i3”, namun secara kinerja tentu saja bisa mengalahkan Core i7 generasi sebelumnya. Secara harga pun Comet Lake cukup terjangkau seperti halnya intel generasi 9.

Namun sangat disayangkan karena prosesor generasi 10 ini menggunakan socket LGA 1200 yang berarti membutuhkan motherboard yang berbeda dengan prosesor generasi 9. Sekalipun harga motherboard chipset H410 cukup murah & terjangkau, namun keharusan untuk mengikuti siklus upgrade motherboard yang terus menerus, memang merupakan mimpi buruk pengguna Intel yang tidak akan pernah menghantui pengguna AMD.
Namun bila umat Intel memang telah memutuskan untuk berpegang teguh pada agamanya, maka mereka tentu juga harus rela & jangan mengeluh untuk menjalankan kewajiban Ibadah & Ritual ganti motherboard secara rutin.

 

Tabel perbandingan prosesor Core i7 tua & Core i3 baru

 

Mitos Motherboard Mahal bukan lagi alasan untuk tidak upgrade ke prosesor Intel generasi baru

Seringkali banyak orang memaksakan & merelakan dirinya membeli prosesor Core i7 lawas yang mahal itu demi mengupgrade prosesor pada platform Intel lawas mereka.
Sebagai contoh: Banyak konsumen yang merogoh kocek dalam-dalam demi membeli Core i7 4770 (Haswell) untuk mengupgrade prosesor Core i5 4570 miliknya, supaya tidak perlu mengganti motherboard.

Alasan klasiknya biasanya adalah karena kalau ganti motherboard bakal habis biaya lebih banyak.

Itu adalah sebuah pemikiran yang salah, karena harga prosesor terbaru intel Core i3 yang lebih kencang itu justru jauh lebih murah ketimbang prosesor Core i7 lawas yang lebih loyo kinerjanya.  Selain itu harga motherboard untuk Intel generasi baru pun juga murah yaitu cuma di kisaran Rp. 750 ribuan saja.

Berikut ini beberapa motherboard murah untuk prosesor Intel dan AMD generasi terbaru.
Sekalipun murah, bukan berarti jelek kualitasnya. Karena motherboard di bawah ini memiliki kualitas komponen yang termasuk cukup baik di kelas harganya yang cuma berkisar Rp. 750 ribuan.

Motherboard murah untuk prosesor Intel generasi baru

Untuk Core i5 9100F (generasi 9) bisa menggunakan motherboard Asrock H310CM-HDV yang harganya cuma sekitar Rp. 750 ribu saja.

pc-cpu2juta-asrockh310cmhdv

Untuk Core i3 10100 (generasi 10) bisa menggunakan motherboard Asrock H410M-HVS yang harganya sekitar Rp. 850 ribu saja.

pc-cpu2juta-asrockh410mhvs

 

Platform Pengujian

Berikut ini beberapa tampilan PC Reviewland yang saya pakai untuk melakukan pengujian prosesor.
Untuk mempercepat & mempermudah proses pengujian berbagai macam prosesor, saya menggunakan beberapa PC yang memang saya pakai sehari-hari

Berikut ini beberapa merk hardware yang digunakan pada PC Reviewland…

Prosesor: Intel & AMD
Memory: V-Gen dan Team
PSU: FSP dan Corsair
SSD: Adata, Pioneer, Apacer, V-Gen
Motherboard: Asrock (Intel & AMD), Gigabyte (AMD), MSI (Intel)
Videocard: MSI (Geforce & Radeon), Sapphire (Radeon), Powercolor (Radeon), Colorful (Geforce)
Cooling: Scythe Mugen 5 (Intel), Scythe Mugen (AMD), DeepCool AIO watercooling

pc-amdradeoncrossfire-3

pc-deepcoolgammaxxl120t-4

pc-amdradeoncrossfire-hybrid

pc-cpu2juta-miniitx

Pengujian Benchmark

Cinebench R20

Cinebench R20 merupakan benchmark prosesor yang paling populer dan menjadi kiblat pemujaan bagi umat di seluruh dunia yang ingin mengetahui kinerja prosesornya.
Hasil benchmark Cinebench R20 mencerminkan kinerja prosesor pada software Maxon Cinema 4D R20 yang merupakan aplikasi 3D content creation & rendering paling populer di Industri Profesional dan juga industri film Holywood.
Berbagai film bioskop ternama dibuat menggunakan software Maxon Cinema 4D, antara lain: Spiderman 3, Iron Man, Furious 7, Pacific Rim, War of the Worlds, Inception, Van Helsing, Doom, Beowulf, Golden Compass, Polar Express, dll.

 

pc-corei7corei3-cinebench20

Pada benchmark Multi core, terlihat bahwa Core i3 10100 memimpin di posisi puncak dengan selsih yang cukup jauh dibanding yang lain. Ini tidak lain berkat jumlah core yang banyak dan adanya Hyper threading (4 core, 8 thread).  Dengan harga baru cuma Rp. 1,7 juta, jelas Core i3 10100 mampu mempermalukan Core i7 6700 yang bahnkan harga bekasnya 2x lebih mahal, yaitu di kisaran Rp. 3,3 juta
Sekalipun Core i7 6700 juga dibekali 4 core+HT (4 core, 8 thread), namun faktor ketertinggalan teknologi membuat COre i7 generasi 6 ini dipermalukan habis-habisan oleh Core i3 genarasi 10.

Sementara itu Core i3 9100F juga mampu mengalahkan Core i7 4770 dengan selisih yang cukup signifikan. Sekalipun Core i3 9100F hanya dibekali 4 core tanpa HT (4 core, 4 thread), namun terlihat mampu mengalahkan Core i7 4770 yang dibekali 4 core + HT (4 core, 8 thread). Ini tentku karena secara teknologi, Core i7 generasi 4 sudah tergolong usang dan kinerjanya mustahil mampu menyentuh Core i3 generasi 9 yang notabene lebih muda & perkasa
Denga harga baru Core i3 9100F yang bahkan cuma Rp. 1 juta saja, jelas membuat Core i7 4770 hanya jadi bahan tertawaan, terutam karena harga bekasnya saja masih 2X lebih mahal, yaitu nyaris Rp. 2 juta

Sementara itu pada benchmark Single core, terlihat bahwa yang mendominasi adalah prosesor Core i3 generasi terbaru, karena selain GHz nya lebih tinggi, secara teknologi Core i3 muda lebih modern ketimbang Core i7 tua.

Dalam implementasi benchmark Cinebench R20 untuk pekerjaan, proses rendering yang dilakukan oleh seorang animator pasti akan selalu mengandalkan multi-core. Oleh karena itu hasil benchmark single-core tidak mencerminkan kinerja render yang sesungguhnya di dunia pekerjaan. Karena dalam prakteknya, mustahil seorang animator/content creator mau me-render menggunakan mode single core, karena pasti akan membuat pekerjaannya selesai 10x lebih lama ketimbang bila menggunakan mode multi-core.
Oleh karena itu, yang bisa menjadi acuan kinerja 3D rendering di kehidupan nyata, cukup hasil pengujian benchmark multi-core saja.

 

Cinebench R15

Cinebench R15 merupakan benchmark prosesor yang paling populer dan menjadi kiblat seluruh dunia bagi semua umat yang ingin mengetehui kinerja prosesornya. Sekalipun sudah dirilis versi R20 yang lebih baru, namun versi R15 lebih disukai banyak orang karena membutuhkan waktu benchmark yang lebih cepat dan tidak selama Cinebench R20.

Hasil benchmark Cinebench R15 mencerminkan kinerja prosesor pada software Maxon Cinema 4D R15 yang merupakan software 3D rendering paling populer di Industri Profesional dan industri industri film Holywood.
Berbagai film bioskop ternama dibuat menggunakan software Maxon Cinema 4D, antara lain: Spiderman 3, Iron Man, Furious 7, Pacific Rim, War of the Worlds, Inception, Van Helsing, Doom, Beowulf, Golden Compass, Polar Express, dll.

pc-corei7corei3-cinebench15

Pada benchmark Multi core, terlihat bahwa kedua Core i3 generasi baru mampu mempermalukan semua Core i7 generasti tua.
Core i3 10100 memimpin di posisi puncak yang diikuti dengan Core i3 9100F. Keunggulan Core i3 10100 tentu saja berkat jumlah core yang banyak dan adanya Hyper threading (4 core, 8 thread).  Dengan harga baru cuma Rp. 1,7 juta, jelas Core i3 10100 terbukti mampu mempermalukan Core i7 6700 yang bahkan harga bekasnya 2x lebih mahal, yaitu di kisaran Rp. 3,3 juta.

Sementara itu Core i3 9100F bahkan mampu mengalahkan Core i7 6700 dengan selisih yang cukup banyak. Sekalipun Core i3 9100F hanya dibekali 4 core tanpa HT (4 core, 4 thread), namun terlihat mampu mengalahkan Core i7 6700 yang dibekali 4 core + HT (4 core, 8 thread). Ini tentu sangat memalukan bagi Core i7 generasi tua yang mahal itu, karena Core i3 9100F harga barunya bahkan cuma Rp. 1 juta, sementara Core i7 6700 harga bekasnya Rp. 3,3 juta yang berarti 3X lebih mahal.

Sementara itu pada benchmark Single core, terlihat bahwa lagi-lagi yang mendominasi adalah prosesor Core i3 generasi terbaru, karena selain GHz nya lebih tinggi, secara teknologi Core i3 muda lebih modern ketimbang Core i7 tua.

Dalam implementasi benchmark Cinebench R15 untuk pekerjaan, proses rendering yang dilakukan oleh seorang animator pasti akan selalu mengandalkan multi-core. Oleh karena itu hasil benchmark single-core tidak mencerminkan kinerja render yang sesungguhnya di dunia pekerjaan. Karena dalam prakteknya, mustahil seorang animator/content creator mau me-render menggunakan mode single core, karena pasti akan membuat pekerjaannya selesai 10x lebih lama ketimbang bila menggunakan mode multi-core.
Oleh karena itu, yang bisa menjadi acuan kinerja 3D rendering di kehidupan nyata, cukup hasil pengujian benchmark multi-core saja.

 

Geekbench 5 (64bit)

Geekbench merupakan aplikasi lintas platform yang sangat populer dan menjadi barometer untuk mengukur kinerja hardware dengan berbqgai macam jenis aplikasi yang umum.
Software buatan Primate Lab asal Canada ini memisahkan antara test single-core dan multi-core, sehingga kita bisa tahu kinerja prosesor pada kondisi single-tasking maupun multi-tasking dengan menggunakan berbagai aplikasi & software yang disimulasikan oleh benchmark ini.

pc-corei7corei3-geekbench5

Pada benchmark Multi core, terlihat bahwa Core i3 10100 memimpin di posisi puncak dengan selsih yang cukup jauh dibanding yang lain. Ini tidak lain berkat jumlah core yang banyak dan adanya Hyper threading (4 core, 8 thread).  Dengan harga baru cuma Rp. 1,7 juta, jelas Core i3 10100 mampu mempermalukan Core i7 6700 yang bahnkan harga bekasnya 2x lebih mahal, yaitu di kisaran Rp. 3,3 juta
Sekalipun Core i7 6700 juga dibekali 4 core+HT (4 core, 8 thread), namun faktor ketertinggalan teknologi membuat COre i7 generasi 6 ini dipermalukan habis-habisan oleh Core i3 genarasi 10.

Sementara itu Core i3 9100F juga mampu mengalahkan Core i7 4770 dengan selisih yang cukup signifikan. Sekalipun Core i3 9100F hanya dibekali 4 core tanpa HT (4 core, 4 thread), namun terlihat mampu mengalahkan Core i7 4770 yang dibekali 4 core + HT (4 core, 8 thread). Ini tentku karena secara teknologi, Core i7 generasi 4 sudah tergolong usang dan kinerjanya mustahil mampu menyentuh Core i3 generasi 9 yang notabene lebih muda & perkasa
Denga harga baru Core i3 9100F yang bahkan cuma Rp. 1 juta saja,  jelas membuat Core i7 4770 hanya jadi bahan tertawaan, terutam karena harga bekasnya saja masih 2X lebih mahal, yaitu nyaris Rp. 2 juta

Sementara itu pada benchmark Single core, terlihat bahwa yang mendominasi adalah prosesor Core i3 generasi terbaru, karena selain GHz nya lebih tinggi, secara teknologi Core i3 muda lebih modern ketimbang Core i7 tua.

 

Konyolnya bahkan masih ada perusahaan & kantor yang memilih Core i7 tua ketimbang Core i3 muda

Sekalipun fakta-fakta jelas membuktikan bahwa Core i7 tua dilibas habis oleh Core i3 muda, namun konyolnya masih cukup banyak perusahaan/kantor yang lebih memilih Core i7 tua untuk peremajaan/pengadaan komputer perusahaan mereka.

Keputusan memilih Core i7 tua dan menolak Core i3, umumnya datang dari Kepala Divisi IT yang kolot & tertinggal jaman. Entah mungkin karena dia tertinggal informasi, atau mungin karena jam makan siangnya lebih banyak dihabiskan untuk pijat di Spa Plus-Plus ketimbang mengikuti perkembangan teknologi IT.

Sementara itu owner perusahaannya sendiri terlalu sibuk main golf & bersepeda tiap hari, sehingga juga meyakini bahwa Core i7 akan selalu lebih bagus ketimbang Core i3.

 

Core i7 tua dengan harga gila sudah saatnya dirazia & ditangkap

Dari serangkaian benchmark pengujian di atas, jelas membuktikan bahwa Core i7 generasi tua malah dipermalukan & dihajar habis-habisan oleh Core i3 generasi muda.
Namun konyolnya, Core i7 genarasi tua itu masih dijual dengan harga Gila di pasaran. Bagaimana tidak dikatakan gila, harga bekas Core i7 tua itu bahkan 2X-3X lebih mahal ketimbang Core i3 generasi muda yang notabene jauh lebih tinggi kinerjanya.

Pada artikel sebelumnya yaitu Duel CPU Intel vs AMD di harga Rp. 2juta, Core i7 4770 terbukti berhasil dipermalukan oleh prosesor Intel & AMD terbaru yang juga seharga Rp. 2juta. Namun kali ini prosesor Core i7 seharga Rp. 2 juta ini bahkan dipermalukan secara hina oleh prosesor baru seharga Rp. 1juta, yaitu Core i3 9100F

Core i7 4770 generasi 4 (Haswell) memang sudah saatnya divonis “Tua & Gila”, karena sebagai prosesor purba yang usianya sudah 7 tahun, sangatlah tidak pantas jika masih juga dijual dengan harga nyaris mencapai Rp. 2 juta. Padahal Core i3 9100F yang notabene jauh lebih muda & perkasa cuma dibandrol Rp. 1 juta saja.
Oleh karena itu sudah layak & sepantasnya Core i7 Haswell dirazia dan ditangkap atas kegilaannya !!

pc-corei7corei3-parody-corei7haswell

Core i7 6700 generasi 6 (Skylake) juga layak divonis “Tua & Gila” karena sebagai prosesor jadul yang usianya sudah 5 tahun, maka sangatlah konyol jika masih dijual dengan harga gila, yaitu mencapai Rp. 3,3 juta, seolah bagaikan barang antik yang makin tua makin menggila harganya.
Padahal kinerja prosesor Core i7 tua ini bahkan bisa dipermalukan di Cinebench R15 oleh Core i3 9100F yang notabene harganya cuma Rp. 1juta, alias 3X lebih murah.

pc-corei7corei3-parody-corei7skylake

Meskipun pada Cinebench R20 dan Geekbench 5, Core i7 6700 terlihat mampu berontak & melawan Core i3 9100F, namun prosesor Core i7 tua ini langsung pasrah ketika ditangkap & dihajar oleh Core i3 10100 yang jauh lebih muda & perkasa dengan harga bahkan cuma separuhnya saja.
Oleh karena ittu sudah layak & sepantasnya pula Core i7 Skylake ini dirazia dan ditangkap atas kegilaannya.

 

KESIMPULAN

Dari sekian banyak uji pamer kekuatan Core i3 muda melawan Core i7 tua, ada satu hal yang paling menarik yaitu betapa murahnya harga Core i3 9100F yang cuma dijual dengan harga Rp. 1 juta saja.
Entah karena Intel memang sedang mabuk atau karena kebingungan menghadapi naiknya popularitas AMD, yang jelas harga Core i3 9100F menjadikannya sebagai prosesor dengan slogan “Kinerja Bintang 5 dengan Harga Kaki 5”.
Saking murahnya, bahkan di harga Rp.1 juta pun tidak ada prosesor AMD yang sanggup menandingi kinerjanya.

Sekalipun harga Core i3 Coffee Lake mencerminkan harga kopi kelas Warkop, tapi secara kinerja & rasa mampu menaklukkan Core i7 generasi lama yang jauh lebih mahal dan terlahir sebagai prosesor kasta mewah.

pc-corei7corei3-parody-coffeelake

Dengan harga cuma Rp. 1 juta tapi berbekal segudang prestasi, maka Core i3 9100F (Coffee Lake) tentu sangatlah layak & pantas untuk menyandang gelar “Prosesor sejuta umat” di agama Intel.
Oleh karena itulah bagi kaum yang masih juga memuja & menyembah Core i7 tua, sesungguhnya bagi mereka telah disiapkan lubang api neraka yang menganga.

Sekalipun lahir di Warkop tapi bergelar Nabi

Sekalipun terlahir di kalangan prosesor kasta rakyat jelata, namun sesungguhnya Core i3 9100F Coffee Lake adalah Nabi yang kedatangannya telah ditunggu-tunggu umat Intel. Dengan harga cuma Rp. 1 juta, kehadiran sang Nabi ini memang wajib hukumnya untuk disambut & dimuliakan oleh umat Intel.
Apalagi di harga Rp.1 juta juga tidak ada prosesor AMD yang mampu mengalahkannya.

Walaupun ada Core i3 10100 yang kinerjanya lebih bagus dan banyak pula prosesor AMD yang lebih kencang, namun secara harga, semuanya itu jauh lebih mahal dari angka Rp. 1 juta.
Harus diakui bahwa di segmen harga Rp. 1 juta hanya Core i3 9100F saja, dan memang hanya prosesor itulah satu-satunya yang berkuasa disitu.
Jadi  jelas bahwa  Core i9100F masih amat sangat jauh lebih menarik untuk dipuja & disembah para umat Intel, dan bukan tidak mungkin pula disegani oleh umat AMD yang mendewakan Prosesor Termurah tapi Kencang

 

Budz Kay

REVIEWLAND.COM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Review Gadget & Teknologi

Review SmartphoneReview Camera & LensaReview Console & Portable Gaming         The Eye of RE         Review PC & LaptopReview PC & LaptopReview PC & Laptop

"In Hoc Signo Vides"
Behold The Eye of RE