Artikel ditulis oleh: Budz Kay - 20 Februari 2008
Artikel ini dibuat berdasarkan analisa obyektif dan ilmiah,
namun ditulis dengan gaya bahasa yang mengandung parodi, satir humor, dan kritik yang
mungkin dapat menyinggung pihak tertentu.Bila anda menginginkan artikel yang sama namun dengan gaya bahasa formal dan sopan silahkan lihat versi artikel yang ditulis oleh Budz Kay untuk media cetak (majalah / tabloid / buletin) PAGE
2 of 2 |
Sekalipun handphone ber-OS Symbian pasti bisa menjalankan game Java, namun ada sedikit pengurangan kinerja, dan beberapa game Java agak bermasalah di platform Symbian. Salah satu contohnya adalah Resident Evil 3D yang mengalami problem lag ketika menembak bila dijalankan di handphone ber OS Symbian v.9.
Game tinju Fight Night Round 3 juga terkenal bermasalah di platform Symbian UIQ Untuk kinerja yang optimal, idealnya game java dijalankan di handphone tanpa OS, misal Sony Ericsson seri K, seri W (kecuali W950), dan Nokia series S40. Paling tidak, dalam hal kompatibilitas, game Java tidak serewel game Symbian. Game untuk sesama platform Symbian yang berbeda versi saja sudah tidak saling kompatibel satu sama lain.
Sekalipun java bersifat cross-platform, namun tidak berarti semua game dapat diinstall di semua handphone tanpa masalah. Setiap handphone memiliki "maximum JAR size" yang berbeda-beda. Artinya ukuran maximum file java yang bisa diinstall berbeda-beda antar tipe handphone. Untuk handphone Nokia series 40, biasanya ukuran sebuah file java yang bisa diinstall berkisar 512KB-1MB. Bahkan Nokia series 40 tipe lama ada yang memiliki maximum JAR size cuma 256KB saja. Hal ini tentu akan membatasi pilihan game yang dapat diinstall di handphone tersebut. Padahal game-game bagus umumnya berukuran 512KB ke atas, bahkan ada yang diatas 1GB. Bagi yang tidak menyukai keterbatasan JAR size, maka handphone Sony Ericsson
boleh jadi pilihan, karena handphone mereka umumnya memilki maximum JAR size yang tidak
terbatas (unlimited). Untuk handphone Nokia, hanya tipe-tipe yang berbasis Symbian saja
yang memiliki JAR size unlimited.
Perlu diingat bahwa semua handhone Nokia series 40 (non-Symbian)
memiliki maxuimum JAR size yang terbatas.
Beberapa game-game menarik seperti Die Hard 4 dan V-Rally 3D memiliki ukuran diatas 500KB. Sedangkan Resident Evil, Asphalt 3D, Starcraft, Real Football 2007 3D bahkan memiliki ukuran berkisar 1MB. Beberapa program kamus juga umumnya berukuran nyaris 2MB. Oleh karena itu pastikan anda memilih handphone yang memiliki Maximum JAR size unlimited.
Beberapa judul game java 3D ada dirancang supaya hanya bisa berjalan di merk handphone tertentu. Salah satu contohnya adalah Solid Weapon 3D. Game yang mirip dengan Metal Gear Solid ini hanya bisa berjalan di handphone Sony Ericsson saja. Selain itu ada pula game yang meski bisa berjalan di merk handphone
lain, namun kinerjanya cenderung lebih bagus di handphone Sony Ericsson, salah satu
contohnya adalah game Bruce Lee Iron Fist 3D.
Game java yang diinstall harus sesuai dengan resolusi layar handphone. Resolusi yang populer adalah 240x320 dan 176x220/176x208. Demi kenikmatan bermain game, lupakan handphone dengan resolusi layar rendah (128x160), umumnya handphone dengan resolusi seperti itu juga masih menggunakan LCD jenis STN (bukan TFT) yang tidak responsif dan tak cocok untuk bermain game. Pada prinsipnya, makin tinggi resolusi layar handphone, makin tajam gambarnya. Namun game dengan resolusi tinggi membutuhkan handphone yang memiliki prosesor yang kencang atau dibekali 3D accelerator. Untuk handphone dengan layar resolusi tinggi (240x320), dibutuhkan prosesor berkecepatan 300mhz ke atas agar dapat menjalankan game 3D secara lancar, sedangkan handphone dengan layar resolusi sedang (176x220/176x208) sudah mampu menjalankan game 3D secara lancar dengan prosesor berkecepatan 200Mhz. Untuk lebih jelasnya lihat tabel perbandingan resolusi layar dan prosesor handphone. Jumlah game yang menggunakan resolusi sedang (176x220) jauh lebih banyak dibanding game dengan resolusi tinggi (240x320). Oleh karena itu bila anda adalah orang yang gemar mencoba semua game, pilihlah handphone dengan resolusi layar sedang (176x220/176x208).
Pada intinya, makin cepat prosesor yang digunakan di sebuah handphone, maka
akan makin baik kinerja game yang dijalankan di handphone tersebut. Untuk handphone ber-OS Symbian, prosesor berkecepatan 200MHz akan terasa
lambat di game 3D sekalipun pada resolusi 176x220, apalagi bila layar yang digunakan
memiliki resolusi 240x320. Untuk lebih jelasnya lihat tabel prosesor dan resolusi layar.
Dari tabel diatas terlihat bahwa hanya segelintir saja handphone yang
dibekalai chip 3D accelerator, meski demikian pada handphone yang berprosesor kencang
(369MHz) kinerja game 3D-nya akan terbantu sehingga cukup lancar.
Beberapa tipe handphone ada yang dibekali chip grafis 3D, sehingga memiliki kinerja game 3D yang sangat baik. Bila anda akrab dengan gaming di PC, tentu tak asing dengan nama
NVIDIA. Sebab mereka adalah produsen chip grafis videocard no.1 di dunia. Sony Ericsson W900 yang juga dikenal dengan nama "Sakura" merupakan handphone pertama yang menggunakan chip grafis 3D NVIDIA GoForce 4800, sehingga sangat lancar ketika menjalankan game 3D. Namun sayangnya prosesor yang digunakan cuma berkecepatan 100Mhz, sehingga navigasi menunya kurang responsif dan justru loyo di game 2D. Handphone berikutnya yang dibekali chip grafis 3D Nvidia GoForce 4800 adalah Motorola V3xx, prosesor yang digunakan juga lebih gegas, yaitu 200Mhz. Sayangnya, handphone Motorola memiliki kelemahan jika dibanding handphone SE, yaitu keterbatasan dalam hal maximum JAR size yang cuma 1MB, sehingga game 3D dengan ukuran diatas itu tak dapat diinstall pada handphone ini. NVIDIA juga membuat chip grafis untuk segmen PDA Phone, salah satu
contohnya adalah Geforce 5200 yang telah ditanamakan pada O2 XDA Flame.
Gamer kawakan tentu tahu, dan mungkin sempat merasakan bermain
di game console buatan SEGA. Dreamcast adalah game console terakhir buatan SEGA,
sebelum perusahaan ini akhirnya mengalami kesulitan finansial dan memutuskan pensiun dari
bisnis console game. Ambruknya dinasti console game SEGA tentu membuat supplier chip grafisnya
kalang kabut. Langkah tersebut tampaknya menuai keberuntungan, karena PowerVR ternyata berhasil menggaet 2 produsen handphone kelas kakap yaitu Nokia dan Sony Ericsson untuk menjajal chip grafis 3D racikan mereka. Sony Ericsson P990 dan M600 merupakan dua handphone yang menggunakan chip grafis PowerVR MBX Lite. Namun sayangnya prosesor yang digunakan cuma 200Mhz sehingga kurang gegas untuk sebuah handphone yang harus menggendong OS Symbian UIQ. Oleh karena itu sekalipun P990 dan M600 mampu menjalankan game 3D dengan lancar, namun respon dan navigasi menunya tergolong lelet. Berbeda dengan Sony Ericsson yang memilih chip 3D accelerator PowerVR MBX versi Lite untuk handphone mereka, Nokia menggunakan versi yang lebih kencang untuk kedua handphone seri N mereka, yaitu N95 dan N93. Selain itu prosesor yang digunakan Nokia N93 dan 95 juga 2X lebih cepat dibanding prosesor yang digunakan pada M600 dan P990. Oleh karena itu kinerja keseluruhannya jauh lebih tinggi. Meski SEGA Dreamcast dan PowerVR telah mati di console dan PC beberapa
waktu silam, namun arwahnya masih gentayangan dan merasuki beberapa handphone seri high
end. Anehnya, N81 yang digembar-gemborkan sebagai platform gaming N-Gage, justru tidak memiliki 3D accelarator sama sekali. Ini tentu sebuah kekonyolan trik marketing dari Nokia.
- Jbenchmark 2.0 Benchmark ini mencerminkan kinerja handphone dalam menjalankan game Java (MIDP 2) dengan tampilan 2D, oleh karena itu peranan kecepatan prosesor cukup berpengaruh disini dan ada tidaknya 3D accelerator tidak berpengaruh. Handphone SE seri K terlihat memiliki kinerja terbaik karena menggunakan layar resolusi 176x220, sehingga bebannya tidak seberat handphone berlayar resolusi 240x320. Selain itu tidak adanya OS yang membebani pada handphone SE juga membuat game Java berlari lebih kencang di handphone tersebut. Meski sama-sama menggunakan prosesor di kisaran 200Mhz, namun Nokia N70 terlihat tertinggal jauh di bawah SE K610, ini tentu akibat beban OS Symbian yang harus dipikul N70. Di kategori resolusi 240x320, bahkan Nokia 6120 Classic yang dibekali prosesor tercepat disini harus mengalah pada SE W850 yang prosesornya lebih pelan namun tidak dibebani OS Symbian.
- Jbenchmark 3D
Di kelas layar resolusi tinggi (240x320), hanya handphone yang dibekali chip grafis 3D accelator yang mampu menjalankan game 3D dengan lancar. Nokia N95 yang dibekali chip 3D PowerVR MBX memimpin di posisi puncak, diikuti oleh Motorola RAZR V3xx yang mengandalkan chip 3D Nvidia GoForce 4800. Sekalipun Nokia N95 masih dibebani dengan OS Symbian, namun kedahsyatan chip PowerVR yang disandangnya mampu membungkam RAZR V3xx yang notabene tidak dibebani OS. Nokia 6120 classic yang dibekali prosesor tercepat (369Mhz) tampaknya masih belum mampu menyentuh SE W900 yang prosesornya sangat lambat namun dibekali chip 3D Nvidia GoForce 4800, namun paling tidak Nokia 6120 classic lancar untuk meladeni game 3D dan tentu saja kinerja game 2D dan navigasi menunya lebih gegas dibanding SE W900.
- Jbenchmark HD
Oleh karena itu kombinasi antara kecepatan prosesor dan adanya chip grafis 3D accelerator sangat memainkan peranan disini. Handphone dengan chip grafis 3D accelerator tetap mendominasi di benchmark ini, sehingga tak mengherankan jika N95 tetap memimpin. Namun handphone dengan prosesor kencang seperti Nokia 6120 classic kini bahkan mampu mengalahkan kinerja handphone SE K610 yang berjalan di resolusi lebih rendah (176x208). Ini menunjukkan bahwa kecepatan prosesor yang tinggi pada 6120 classic cukup mampu mengatasi beban akibat penggunaan layar resolusi tinggi (240x320). Motorola RAZR V3xx yang dibekali kombinasi chip 3D grafis Nvidia GeforceGo 4800 dan prosesor kencang juga mampu memukul telak SE M600 yang mengandalkan chip 3D grafis PowerVR MBX Lite dan prosesor yang lebih lamban.
Dari hasil benchmark di atas dapat dipilih beberapa handphone terbaik untuk bermain game 3D untuk kategori resolusi sedang (176x220) dan tinggi (240x320)
Bagi yang mengutamakan jumlah pilihan game yang banyak dan harga handphone yang lebih murah, handphone berlayar 176x220 menjadi pilihan yang lebih menarik ketimbang handphone berlayar 240x320 dengan harga setara yang umumnya justru memilki kinerja gaming yang buruk. Tiga handphone terbaik di kategori ini semuanya disabet oleh Sony Ericsson.
1. Sony Ericsson K530 (Rp. 1,6 juta)
Dengan kinerja yang hanya sedikit di bawah K610, K530 memiliki fitur yang lebih lengkap, yaitu dibekali FM Radio. Selain itu tampilan fisiknya terlihat lebih elegan dibanding K610. Namun tak hanya itu saja perbedaan keduanya. Perbedaan yang paling terasa antara K530 dengan K610 adalah layar K530
(2") yang ukurannya lebih lega dibanding K610 (1.8"). Selain itu contrast
ratio-nya juga lebih bagus dan terlihat tajam, sekalipun resolusinya masih sama-sama
176x220. Sama seperti K610, bluetoothnya versi 2 dan juga mendukung A2DP. Dengan harga yang cuma berbeda Rp.200 ribu dibanding K610, K530 jelas lebih layak dipilih
2. Sony Ericsson K610 (Rp. 1,4 juta)
Sekalipun tergolong sudah lama beredar di pasaran, K610 layak dinobatkan sebagai handphone tercepat dan termurah untuk memainkan game 3D pada resolusi layar 176x220. Handphone ini juga termasuk salah satu handphone 3G dengan ukuran kecil (sama
seperti K530). Sehingga ideal dimanfaatkan sebagai modem 3G untuk PC/notebook anda. Kameranya 2MP tapi tanpa fasilitas autofocus (bukan cybershot). Kamera
depan juga tersedia untuk keperluan videocall. K610 lebih layak dipilih daripada K618 karena harganya yang lebih murah. Perbedaan K610 dan K618 hanyalah pada design/bentuk casingnya saja. Kelemahannya dibanding K530 dan K550 adalah tidak adanya FM radio, dan kualitas layar LCD serta design body yang tidak sebaik K530. Bagi yang budgetnya mepet tapi ingin menikmati game 3D dengan kinerja
tinggi, K610 merupakan satu-satunya pilihan.
3. Sony Ericsson K550 (Rp. 1,4 juta)
Kinerja gaming K550 boleh dibilang identik dengan K530, keunggulan K550 dibanding K530 ada pada kamera 2MP yang telah menggunakan jenis Cybershot dengan kemampuan Autofocus dan dilengkapi LED Flash. Sama seperti K610 dan K530, bluetoothnya versi 2 A2DP, selain itu handphone ini juga masih dibekali infrared, tidak seperti kedua saudaranya yang hanya berbekal bluetooth saja. Kelemahannya adalah tidak mendukung 3G, sehingga tidak bisa dikaryakan sebagai modem super cepat untuk PC/notebook anda. Bagi yang tidak mementingkan konektivitas 3G namun mengutamakan kualitas kamera, K550 akan menjadi pilihan yang cukup menarik dibanding K610 maupun K530.
Bagi yang ingin menikmati kelancaran gaming 3D di resolusi tinggi,
dibutuhkan handphone kelas premium. Di kelas ini Nokia memiliki produk unggulan dan
Motorola juga memiliki sebuah pilihan yang menarik.
1. Nokia N95 (Rp. 4,6 juta) Tak dapat dipungkiri bahwa Nokia N95 merupakan handphone gaming terhebat tahun ini. Sekalipun menggunakan resolusi layar tinggi (240x320), namun chip 3D accelerator PowerVR MBX serta prosesor 330MHz yang dimilikinya mampu memberikan tenaga extra di setiap game 3D yang dijalankan. Ukuran layar yang sangat lega 2.6" tentu akan memberikan kenyamanan extra buat para gamer. Handphone ber-OS Symbian v.9.2 ini juga memiliki segudang fitur canggih, sebut saja camera 5MP Carl Zeiss autofocus, GPS navigator, FM Radio, TV-Out, MiniSD slot, dan konektivitas super lengkap yaitu HSDPA 3.6Mbps, Bluetooth v.2 A2DP, WiFi 80211 b/g, dan Infrared. Bila anda adalah seorang mobile gamer berdompet tebal, tidak ada yang
lebih tepat selain Nokia N95.
2. Nokia 6120 Classic (Rp. 2,2 juta)
Dengan dibekali prosesor tercepat (369MHz),
6120 classic mampu memberikan respon yang sangat gegas. Sekalipun handphone ini tidak
dibekali 3D accelerator, namun prosesor kencangnya masih mampu memberikan kinerja yang
cukup layak untuk memainkan game 3D pada resolusi tinggi (240x320). Jangan khawatir bahwa penggunaan OS Symbian pada handphone ini akan menyebabkan kelambatan seperti pada Nokia N73, karena handphone ini menggunakan prosesor tercepat yang pernah digunakan Nokia, yang tentunya jauh lebih cepat dibanding prosesor pada Nokia N73 yang terkenal lelet itu. Bila melihat dari sisi harganya, fitur yang
dimiliki handphone ber-OS Symbian v.9.2 ini tergolong paling lengkap dan tak tertandingi
di kelasnya. 6120 classic merupakan pilihan yang lebih baik ketimbang Nokia 5700 yang juga
dibekali prosesor berkecepatan sama. Dari sisi ukuran, Nokia 6120 clasic boleh
dibilang sebagai handphone HSDPA dengan ukuran sangat kompak dan tipis. Nokia 6120 classic merupakan satu-satunya handphone di dunia yang
memiliki prosesor tercepat dan koneksi HSDPA namun dengan harga paling murah.
3. Motorola RAZR V3xx (Rp. 1.9 juta)
Dengan dibekali kombinasi chip grafis Nvidia GoForce 4800 dan prosesor yang lumayan kencang (245MHz), RAZR V3xx mampu menjalankan game 3D yang berat di layar resolusi tinggi (240x320). Tak hanya itu saja, handphone clamshell tipis ini juga telah mengadopsi koneksi HSDPA sehingga cocok dipakai sebagai modem super-cepat untuk PC/notebook anda. Fitur lain yang dimilikinya adalah
Bluetooth dan camera yang cuma 1.3MP saja. Sayangnya, di Indoensia handphone ini agak
jarang keberadaannya, kalaupun ada biasanya barang BM (Black Market) alias bukan garansi
resmi.
4. Sony Ericsson M600 (Rp. 1.7 juta)
Bagi yang ingin merasakan handphone dengan chip grafis 3D accelerator tapi budgetnya terbatas, M600 merupakan pilihan yang tepat. Handphone ber-OS Symbian 9.1 UIQ ini
dibekali chip grafis PowerVR MBX versi Lite yang notabene merupakan versi banci dari
PowerVR MBX yang digunakan pada Nokia N95. Dengan chip grafis tersebut M600 sudah memiliki
kemampuan untuk menjalankan game 3D dengan sangat lancar. Namun awas, M600 merupakan handphone yang
terkenal kurang stabil, sehingga anda harus siap menghadapi ketidakstabilan dan berbagai
masalah kompatibiltas dengan banyak game Java pada handphone ini. Sekalipun kencang di game 3D, namun navigasi menunya terasa lambat dan kurang responsif akibat penggunaan prosesor yang cuma 200MHz dan harus memikul OS Symbian UIQ. Dalam hal fitur, M600 dibekali Bluetooth v.2, infrared, slot M2, dan keypad QWERTY, namun tidak dibekali camera. Bila anda menginginkan perangkat gaming
dengan fitur ala PDA (layar touchscreen 240x320), M600 boleh dipilih asalkan anda bersiap
untuk mereset handphone ini secara berkala.
Budz Kay
ABOUT US HOME DISKUSIKAN ARTIKEL INI DI FORUM BEBERAPA ARTIKEL LAIN YANG RELEVAN DENGAN ARTIKEL INI:
©2008
Budz Kay Webdesign, All rights reserved |