reviewtip2.jpg (5487 bytes)

Intel Core2 QUAD
Duel Handphone Gaming:
Memilih handphone ideal untuk game Java 3D

  Artikel ditulis oleh: Budz Kay - 20 Februari 2008  

Artikel ini dibuat berdasarkan analisa obyektif dan ilmiah, namun ditulis dengan gaya bahasa yang mengandung parodi, satir humor, dan kritik yang mungkin dapat menyinggung pihak tertentu.
Bila anda menginginkan artikel yang sama namun dengan gaya bahasa formal dan sopan silahkan lihat versi artikel yang ditulis oleh Budz Kay untuk media cetak (majalah / tabloid / buletin)

  PAGE 2 of 2
< PREVIOUS PAGE

 

redball.gif (916 bytes)Game Java dan kompatibilitas dengan platform Symbian


Resident Evil 3D: Pastikan handphone anda memiliki maximum JAR Size  minimum 1MB.

Game ini agak nge-lag di handphone Symbian

Sekalipun handphone ber-OS Symbian pasti bisa menjalankan game Java, namun ada sedikit pengurangan kinerja, dan beberapa game Java agak bermasalah di platform Symbian. Salah satu contohnya adalah Resident Evil 3D yang mengalami problem lag ketika menembak bila dijalankan di handphone ber OS Symbian v.9.


EA Fight Night Round 3:
Game tinju 3D yang bermasalah di handphone berbasis Symbian v9 UIQ

(misal: SE M600)

Game tinju Fight Night Round 3 juga terkenal bermasalah di platform Symbian UIQ

Untuk kinerja yang optimal, idealnya game java dijalankan di handphone tanpa OS, misal Sony Ericsson seri K, seri W (kecuali W950), dan Nokia series S40.

Paling tidak, dalam hal kompatibilitas, game Java tidak serewel game Symbian. Game untuk sesama platform Symbian yang berbeda versi saja sudah tidak saling kompatibel satu sama lain.

 

 

 

 

 

 

 

redball.gif (916 bytes)Ukuran file Java


Die Hard 4: game 2D yang cukup populer dan tidak terlalu berat, namun tidak bisa diinstall bila handphone anda memiliki maximum JAR size cuma 512KB

Sekalipun java bersifat cross-platform, namun tidak berarti semua game dapat diinstall di semua handphone tanpa masalah. Setiap handphone memiliki "maximum JAR size" yang berbeda-beda. Artinya ukuran maximum file java yang bisa diinstall berbeda-beda antar tipe handphone.

Untuk handphone Nokia series 40, biasanya ukuran sebuah file java yang bisa diinstall berkisar 512KB-1MB. Bahkan Nokia series 40 tipe lama ada yang memiliki maximum JAR size cuma 256KB saja. Hal ini tentu akan membatasi pilihan game yang dapat diinstall di handphone tersebut. Padahal game-game bagus umumnya berukuran 512KB  ke atas, bahkan ada yang diatas 1GB.

Bagi yang tidak menyukai keterbatasan JAR size, maka handphone Sony Ericsson boleh jadi pilihan, karena handphone mereka umumnya memilki maximum JAR size yang tidak terbatas (unlimited). Untuk handphone Nokia, hanya tipe-tipe yang berbasis Symbian saja yang memiliki JAR size unlimited.
Untuk lebih jelasnya lihat tabel maximum JAR size.

Maximum JAR size
SE K610/K618 Unlimited
SE K530/K550 Unlimited
SE K608 Unlimited
SE W850 Unlimited
SE M600 / P990 Unlimited
Nokia N95, N73, N70 Unlimited
Nokia 6120 Classic Unlimited
Nokia 5700 Unlimited
Nokia 6233, 6280 1 MB
Nokia 5310 Xp Music 1 MB
Nokia 5300, 6300 1 MB
Motorola RAZR V3xx 1 MB
Nokia 6275 512 KB

Perlu diingat bahwa semua handhone Nokia series 40 (non-Symbian) memiliki maxuimum JAR size yang terbatas.
Hanya Nokia series 60 (Symbian) saja yang memiliki maximum JAR size unlimited.

 

 


Midnight Pool 3D: Butuh prosesor minimum 200MHz dan butuh handphone dengan maximum JAR Size minimum 1MB

Beberapa game-game menarik seperti Die Hard 4 dan V-Rally 3D memiliki ukuran diatas 500KB. Sedangkan Resident Evil, Asphalt 3D, Starcraft, Real Football 2007 3D bahkan memiliki ukuran berkisar 1MB. Beberapa program kamus juga umumnya berukuran nyaris 2MB. Oleh karena itu pastikan anda memilih handphone yang memiliki Maximum JAR size unlimited.

 

 

redball.gif (916 bytes)Game Java 3D yang hanya untuk produsen handphone tertentu


Bruce Lee Iron Fist 3D: Game fighting ala Tekken yang kinerjanya hanya bagus di handphone Sony Ericsson

Beberapa judul game java 3D ada dirancang supaya hanya bisa berjalan di merk handphone tertentu. Salah satu contohnya adalah Solid Weapon 3D. Game yang mirip dengan Metal Gear Solid ini hanya bisa berjalan di handphone Sony Ericsson saja.

Selain itu ada pula game yang meski bisa berjalan di merk handphone lain, namun kinerjanya cenderung lebih bagus di handphone Sony Ericsson, salah satu contohnya adalah game Bruce Lee Iron Fist 3D.
Game ini jalannya tersendat-sendat sekalipun menggunakan handphone Nokia yang menggunakan prosesor tercepat (369MHz).


Solid Weapon 3D: Game ala Metal Gear Solid yang hanya bisa dijalankan di handphone Sony Ericsson saja

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


American Gangster: Game isometric 2D yang cukup berat di resolusi 240x320

redball.gif (916 bytes)Resolusi grafis

Game java yang diinstall harus sesuai dengan resolusi layar handphone. Resolusi yang populer adalah 240x320 dan 176x220/176x208. Demi kenikmatan bermain game, lupakan handphone dengan resolusi layar rendah (128x160), umumnya handphone dengan resolusi seperti itu juga masih menggunakan LCD jenis STN (bukan TFT) yang tidak responsif dan tak cocok untuk bermain game.

Pada prinsipnya, makin tinggi resolusi layar handphone, makin tajam gambarnya. Namun game dengan resolusi tinggi membutuhkan handphone yang memiliki prosesor yang kencang atau dibekali 3D accelerator.

Untuk handphone dengan layar resolusi tinggi (240x320), dibutuhkan prosesor berkecepatan 300mhz ke atas agar dapat menjalankan game 3D secara lancar, sedangkan handphone dengan layar resolusi sedang (176x220/176x208) sudah mampu menjalankan game 3D secara lancar dengan prosesor berkecepatan 200Mhz.

Untuk lebih jelasnya lihat tabel perbandingan resolusi layar dan prosesor handphone.

Jumlah game yang menggunakan resolusi sedang (176x220) jauh lebih banyak dibanding game dengan resolusi tinggi (240x320). Oleh karena itu bila anda adalah orang yang gemar mencoba semua game, pilihlah handphone dengan resolusi layar sedang (176x220/176x208).

 

 

 

redball.gif (916 bytes)Kecepatan Prosesor

Pada intinya, makin cepat prosesor yang digunakan di sebuah handphone, maka akan makin baik kinerja game yang dijalankan di handphone tersebut.
Untuk handphone tanpa OS dengan resolusi layar 176x220, prosesor 200MHz sudah memadai, tapi bila layar yang digunakan 240x320 maka prosesor 200MHz akan mulai terasa kurang memadai pada beberapa game 3D.

Untuk handphone ber-OS Symbian, prosesor berkecepatan 200MHz akan terasa lambat di game 3D sekalipun pada resolusi 176x220, apalagi bila layar yang digunakan memiliki resolusi 240x320.
Handphone ber-OS Symbian membutuhkan prosesor minimal 300MHz agar terasa gegas.

Untuk lebih jelasnya lihat tabel prosesor dan resolusi layar.

  Prosesor Resolusi Layar Operating System chip 3D accelerator Kinerja Game 3D Responsifitas menu
SE K610/K618 214M Hz 176x220 - - Sangat Bagus Bagus
SE K530/K550 200 MHz 176x220 - - Sangat Bagus Bagus
SE K800/K810/W850 209 MHz 240x320 - - Agak Lambat Sedang
SE M600 / P990 200 MHz 240x320 Symbian 9.1 UIQ PowerVR MBX Lite Sangat Bagus Lambat
SE W900 100 MHz 240x320 - NVIDIA GoForce 4800 Sangat Bagus Sangat Lambat
SE W810 100 MHz 176x220 - - Agak Lambat Sedang
SE K608 100 MHz 176x220 - - Agak Lambat Sedang
Nokia 6120 Classic 369 MHz 240x320 Symbian 9.2 - Bagus Sangat Bagus
Nokia 6110 Navigator 369 MHz 240x320 Symbian 9.2 - Bagus Sangat Bagus
Nokia 5700 369 MHz 240x320 Symbian 9.2 - Bagus Sangat Bagus
Nokia E90 330 MHz 240x320 Symbian 9.2 PowerVR MBX Sangat Bagus Bagus
Nokia N95 330 MHz 240x320 Symbian 9.2 PowerVR MBX Sangat Bagus Bagus
Nokia N81 330 MHz 240x320 Symbian 9.2 - Sedang Bagus
Nokia N73 210 MHz 240x320 Symbian 9.1 - Sedang Agak Lambat
Nokia N70 220 MHz 176x208 Symbian 8.1 - Sedang Sedang
Nokia 5310 XpMusic 235 MHz 240x320 - - Lambat Bagus
Nokia 6233, 6280 235 MHz 240x320 - - Lambat Bagus
Nokia 5300, 6300 235 MHz 240x320 - - Lambat Bagus
Nokia 6275 100 MHz 240x320 - - Sangat Lambat Sangat Lambat
Motorola RAZR V3xx 245 MHz 240x320 - NVIDIA GoForce 4800 Sangat Bagus Bagus

Dari tabel diatas terlihat bahwa hanya segelintir saja handphone yang dibekalai chip 3D accelerator, meski demikian pada handphone yang berprosesor kencang (369MHz) kinerja game 3D-nya akan terbantu sehingga cukup lancar.
Handphone SE dengan resousi layar 176x220 juga memiliki kinerja game 3D yang sangat bagus sekalipun prosesornya cuma 200MHz.

 

 

 


NVIDIA GoForce 4800: Produsen videocard PC terjun ke handphone

redball.gif (916 bytes)3D accelerator NVIDIA pada handphone

Beberapa tipe handphone ada yang dibekali chip grafis 3D, sehingga memiliki kinerja game 3D yang sangat baik.

Bila anda akrab dengan gaming di PC, tentu tak asing dengan nama NVIDIA. Sebab mereka adalah produsen chip grafis videocard no.1 di dunia.
Produsen videocard ini juga membuat chip grafis untuk handphone, salah satunya adalah yang mereka namakan GoForce 4800.
NVIDIA berhasil menggandeng dua produsen handphone ternama yaitu Sony Ericsson dan Motorola.

Sony Ericsson W900 yang juga dikenal dengan nama "Sakura" merupakan handphone pertama yang menggunakan chip grafis 3D NVIDIA GoForce 4800, sehingga sangat lancar ketika menjalankan game 3D. Namun sayangnya prosesor yang digunakan cuma berkecepatan 100Mhz, sehingga navigasi menunya kurang responsif dan justru loyo di game 2D.

Handphone berikutnya yang dibekali chip grafis 3D Nvidia GoForce 4800 adalah Motorola V3xx, prosesor yang digunakan juga lebih gegas, yaitu 200Mhz. Sayangnya, handphone Motorola memiliki kelemahan jika dibanding handphone SE, yaitu keterbatasan dalam hal maximum JAR size yang cuma 1MB, sehingga game 3D dengan ukuran diatas itu tak dapat diinstall pada handphone ini.

NVIDIA juga membuat chip grafis untuk segmen PDA Phone, salah satu contohnya adalah Geforce 5200 yang telah ditanamakan pada O2 XDA Flame.
Baru-baru ini NVIDIA juga mencoba menggebrak lagi dengan membuat prosesor untuk PDA Phone yang mereka namakan APX2500.

 

 


Reinkarnasi Sega Dreamcast : Setelah mati di console dan PC, PowerVR bangkit di segmen handphone

redball.gif (916 bytes)Sega Dreamcast lahir kembali di handphone?

Gamer kawakan tentu tahu, dan mungkin sempat merasakan  bermain di game console buatan SEGA.  Dreamcast adalah game console terakhir buatan SEGA, sebelum perusahaan ini akhirnya mengalami kesulitan finansial dan memutuskan pensiun dari bisnis console game.
Perlu diketahui chip grafis yang digunakan pada SEGA Dremacast adalah PowerVR.

Ambruknya dinasti console game SEGA tentu membuat supplier chip grafisnya kalang kabut.
Karena riwayat game console SEGA sudah tamat dan chip grafis PowerVR juga tidak sukses dijual ke segmen PC, maka produsen chip grafis asal inggris ini mulai melirik segmen handphone.

Langkah tersebut tampaknya menuai keberuntungan, karena PowerVR ternyata berhasil menggaet 2 produsen handphone kelas kakap yaitu Nokia dan Sony Ericsson untuk menjajal chip grafis 3D racikan mereka. Sony Ericsson P990 dan M600 merupakan dua handphone yang menggunakan chip grafis PowerVR MBX Lite. Namun sayangnya prosesor yang digunakan cuma 200Mhz sehingga kurang gegas untuk sebuah handphone yang harus menggendong OS Symbian UIQ. Oleh karena itu sekalipun P990 dan M600 mampu menjalankan game 3D dengan lancar, namun respon dan navigasi menunya tergolong lelet. 

Berbeda dengan Sony Ericsson yang memilih chip 3D accelerator PowerVR MBX versi Lite untuk handphone mereka, Nokia menggunakan versi yang lebih kencang untuk kedua handphone seri N mereka, yaitu N95 dan N93. Selain itu prosesor yang digunakan Nokia N93 dan 95 juga 2X lebih cepat dibanding prosesor yang digunakan pada M600 dan P990. Oleh karena itu kinerja keseluruhannya jauh lebih tinggi.

Meski SEGA Dreamcast dan PowerVR telah mati di console dan PC beberapa waktu silam, namun arwahnya masih gentayangan dan merasuki beberapa handphone seri high end.
Saat ini cukup banyak handphone Nokia seri high-end yang menggunakan chip 3D accelerator PowerVR, diantaranya adalah: Nokia E90 , N93, N95, dan N82.

Anehnya, N81 yang digembar-gemborkan sebagai platform gaming N-Gage, justru tidak memiliki 3D accelarator sama sekali. Ini tentu sebuah kekonyolan trik marketing dari Nokia.

 

 

 

 

redball.gif (916 bytes)Perbandingan Kinerja Handphone

- Jbenchmark 2.0

Benchmark ini mencerminkan kinerja handphone dalam menjalankan game Java (MIDP 2) dengan tampilan 2D, oleh karena itu peranan kecepatan prosesor cukup berpengaruh disini dan ada tidaknya 3D accelerator tidak berpengaruh. Handphone SE seri K terlihat memiliki kinerja terbaik karena menggunakan layar resolusi 176x220, sehingga bebannya tidak seberat handphone berlayar resolusi 240x320. Selain itu tidak adanya OS yang membebani pada handphone SE juga membuat game Java berlari lebih kencang di handphone tersebut.

Meski sama-sama menggunakan prosesor di kisaran 200Mhz, namun Nokia N70 terlihat tertinggal jauh di bawah SE K610, ini tentu akibat beban OS Symbian yang harus dipikul N70.

Di kategori resolusi 240x320, bahkan Nokia 6120 Classic yang dibekali prosesor tercepat disini harus mengalah pada SE W850 yang prosesornya lebih pelan namun tidak dibebani OS Symbian.

 

 

- Jbenchmark 3D

Benchmark ini mencerminkan kinerja game java 3D. Oleh karena itu adanya chip grafis 3D sangat menentukan disini. Selain itu penggunaan layar resolusi tinggi (240x320) akan sangat menurunkan kinerja game 3D, oleh karena itu handphone berlayar resolusi tinggi akan memiliki kinerja game 3D yang buruk bila tidak dibekali chip 3D grafis. Sedangkan handphone berlayar resolusi sedang (176x220) masih mampu menjalankan game 3D secara lancar sekalipun tidak dibekali chip grafis 3D, asalkan prosesornya minimal 200Mhz. Ini terlihat pada kinerja handphone seri K yang cukup baik pada game 3D (kecuali K608 yang prosesornya cuma 100Mhz). Nokia N70 lagi-lagi tertinggal jauh di bawah SE K610, K530. Sementara N73 terpuruk jauh dibawah N70, karena dengan kecepatan prosesor yang sama dengan N70, N73 harus mengangkat layar yang resolusinya lebih tinggi.

Di kelas layar resolusi tinggi (240x320), hanya handphone yang dibekali chip grafis 3D accelator yang mampu menjalankan game 3D dengan lancar. Nokia N95 yang dibekali chip 3D PowerVR MBX memimpin di posisi puncak, diikuti oleh Motorola RAZR V3xx yang mengandalkan chip 3D Nvidia GoForce 4800.

Sekalipun Nokia N95 masih dibebani dengan OS Symbian, namun kedahsyatan chip PowerVR yang disandangnya mampu membungkam RAZR V3xx yang notabene tidak dibebani OS.

Nokia 6120 classic yang dibekali prosesor tercepat (369Mhz) tampaknya masih belum mampu menyentuh SE W900 yang prosesornya sangat lambat namun dibekali chip 3D Nvidia GoForce 4800, namun paling tidak Nokia 6120 classic lancar untuk meladeni game 3D dan tentu saja kinerja game 2D dan navigasi menunya lebih gegas dibanding SE W900.

 

- Jbenchmark HD

Benchmark ini mencerminkan kinerja game 3D yang mampu mengoptimalkan dukungan hardware 3D accelerator pada handphone. Dengan kata lain pengujian 3D nya lebih intensif dan kompleks dibanding pengujian jbenchmark 3D.

Oleh karena itu kombinasi antara kecepatan prosesor dan adanya chip grafis 3D accelerator sangat memainkan peranan disini.

Handphone dengan chip grafis 3D accelerator tetap mendominasi di benchmark ini, sehingga tak mengherankan jika N95 tetap memimpin. Namun handphone dengan prosesor kencang seperti Nokia 6120 classic kini bahkan mampu mengalahkan kinerja handphone SE K610 yang berjalan di resolusi lebih rendah (176x208). Ini menunjukkan bahwa kecepatan prosesor yang tinggi pada 6120 classic cukup mampu mengatasi beban akibat penggunaan layar resolusi tinggi (240x320).

Motorola RAZR V3xx yang dibekali kombinasi chip 3D grafis Nvidia GeforceGo 4800 dan prosesor kencang juga mampu memukul telak SE M600 yang mengandalkan chip 3D grafis PowerVR MBX Lite dan prosesor yang lebih lamban.

 

Dari hasil benchmark di atas dapat dipilih beberapa handphone terbaik untuk bermain game 3D untuk kategori resolusi sedang (176x220) dan tinggi (240x320)

 

redball.gif (916 bytes)HANDPHONE GAMING TERBAIK KATEGORI RESOLUSI LAYAR 176x220

Bagi yang mengutamakan jumlah pilihan game yang banyak dan harga handphone yang lebih murah, handphone berlayar 176x220 menjadi pilihan yang lebih menarik ketimbang handphone berlayar 240x320 dengan harga setara yang umumnya justru memilki kinerja gaming yang buruk. Tiga handphone terbaik di kategori ini semuanya disabet oleh Sony Ericsson.

 

1. Sony Ericsson K530 (Rp. 1,6 juta)

Dengan kinerja yang hanya sedikit di bawah K610, K530 memiliki fitur yang lebih lengkap, yaitu dibekali FM Radio. Selain itu tampilan fisiknya terlihat lebih elegan dibanding K610. Namun tak hanya itu saja perbedaan keduanya.

Perbedaan yang paling terasa antara K530 dengan K610 adalah layar K530 (2") yang ukurannya lebih lega dibanding K610 (1.8"). Selain itu contrast ratio-nya juga lebih bagus dan terlihat tajam, sekalipun resolusinya masih sama-sama 176x220.
Sehingga bila anda telah terbiasa melihat layar K530, anda akan enggan melihat layar K610.

Sama seperti K610, bluetoothnya versi 2 dan juga mendukung A2DP.
Secara umum, fitur lainnya yang dimiliki K530 sama persis dengan K610, karena K530 memang merupakan pengganti K610.
Handphone 3G ini dibandrol sedikit lebih mahal dibanding K610 dan K550. 
Keunggulan K530 dibanding K610 adalah adanya FM Radio dan layar yang lebih baik. Sedangkan keunggulan K530 dibanding K550 adalah adanya konektivitas 3G.

Dengan harga yang cuma berbeda Rp.200 ribu dibanding K610, K530 jelas lebih layak dipilih

 

2. Sony Ericsson K610 (Rp. 1,4 juta)

Sekalipun tergolong sudah lama beredar di pasaran, K610 layak dinobatkan sebagai handphone tercepat dan termurah untuk memainkan game 3D pada resolusi layar 176x220.

Handphone ini juga termasuk salah satu handphone 3G dengan ukuran kecil (sama seperti K530). Sehingga ideal dimanfaatkan sebagai modem 3G untuk PC/notebook anda.
Layarnya menggunakan jenis TFD 256 ribu warna yang lebih irit penggunaan dayanya dibanding TFT.
Slot Memory Stick Micro (M2) tersedia untuk menampung seluruh koleksi game favorit anda.

Kameranya 2MP tapi tanpa fasilitas autofocus (bukan cybershot). Kamera depan juga tersedia untuk keperluan videocall.
Bluetoothnya versi 2 dan sudah mendukung A2DP.

K610 lebih layak dipilih daripada K618 karena harganya yang lebih murah. Perbedaan K610 dan K618 hanyalah pada design/bentuk casingnya saja. Kelemahannya dibanding K530 dan K550 adalah tidak adanya FM radio, dan kualitas layar LCD serta design body yang tidak sebaik K530.

Bagi yang budgetnya mepet tapi ingin menikmati game 3D dengan kinerja tinggi, K610 merupakan satu-satunya pilihan.
Namun dengan selisih harga yang cuma Rp.200 ribu dibanding K530, agak kurang tepat bila anda membeli K610 kondisi baru. Handphone ini lebih cocok bila dibeli dalam kondisi bekas mengingat harga second-nya cuma berkisar 900 ribuan alias setara dengan harga N-Gage bekas.

 

 

3. Sony Ericsson K550 (Rp. 1,4 juta)

Kinerja gaming K550 boleh dibilang identik dengan K530, keunggulan K550 dibanding K530 ada pada kamera 2MP yang telah menggunakan jenis Cybershot dengan kemampuan Autofocus dan dilengkapi LED Flash. Sama seperti K610 dan K530, bluetoothnya versi 2 A2DP, selain itu handphone ini juga masih dibekali infrared, tidak seperti kedua saudaranya yang hanya berbekal bluetooth saja.

Kelemahannya adalah tidak mendukung 3G, sehingga tidak bisa dikaryakan sebagai modem super cepat untuk PC/notebook anda.

Bagi yang tidak mementingkan konektivitas 3G namun mengutamakan kualitas kamera, K550 akan menjadi pilihan yang cukup menarik dibanding K610 maupun K530.

 

 

 

 

 

 

 

redball.gif (916 bytes)HANDPHONE GAMING TERBAIK KATEGORI RESOLUSI LAYAR 240x320

Bagi yang ingin menikmati kelancaran gaming 3D di resolusi tinggi, dibutuhkan handphone kelas premium. Di kelas ini Nokia memiliki produk unggulan dan Motorola juga memiliki sebuah pilihan yang menarik.
Berikut ini kandidat 4 handphone terbaik untuk gaming di resolusi 240x320.

1. Nokia N95 (Rp. 4,6 juta)

Tak dapat dipungkiri bahwa Nokia N95 merupakan handphone gaming terhebat tahun ini. Sekalipun menggunakan resolusi layar tinggi (240x320), namun chip 3D accelerator PowerVR MBX serta prosesor 330MHz yang dimilikinya mampu memberikan tenaga extra di setiap game 3D yang dijalankan.

Ukuran layar yang sangat lega 2.6" tentu akan memberikan kenyamanan extra buat para gamer.

Handphone ber-OS Symbian v.9.2 ini juga memiliki segudang fitur canggih, sebut saja camera 5MP Carl Zeiss autofocus, GPS navigator, FM Radio, TV-Out, MiniSD slot, dan konektivitas super lengkap yaitu HSDPA 3.6Mbps, Bluetooth v.2 A2DP, WiFi 80211 b/g, dan Infrared.

Bila anda adalah seorang mobile gamer berdompet tebal, tidak ada yang lebih tepat selain Nokia N95.
Saat ini N95 harganya sudah mulai turun mengingat sudah mucul N95 8GB, yang dalam hal kemampuan gaming sama saja namun memiliki ukuran layar yang lebih besar (2.8") dan tentu saja memory internal 8GB.

 

 

 

 

 

2. Nokia 6120 Classic (Rp. 2,2 juta)

Dengan dibekali prosesor tercepat (369MHz), 6120 classic mampu memberikan respon yang sangat gegas. Sekalipun handphone ini tidak dibekali 3D accelerator, namun prosesor kencangnya masih mampu memberikan kinerja yang cukup layak untuk memainkan game 3D pada resolusi tinggi (240x320).
Layar TFT 2" 16 juta warna yang dimilikinya akan memanjakan para gamer.

Jangan khawatir bahwa penggunaan OS Symbian pada handphone ini akan menyebabkan kelambatan seperti pada Nokia N73, karena handphone ini menggunakan prosesor tercepat yang pernah digunakan Nokia, yang tentunya jauh lebih cepat dibanding prosesor pada Nokia N73 yang terkenal lelet itu.

Bila melihat dari sisi harganya, fitur yang dimiliki handphone ber-OS Symbian v.9.2 ini tergolong paling lengkap dan tak tertandingi di kelasnya. 6120 classic merupakan pilihan yang lebih baik ketimbang Nokia 5700 yang juga dibekali prosesor berkecepatan sama.
Handphone berbentuk candybar tipis ini sudah mengadopsi koneksi HSDPA (3.5G) dengan kecepatan maximum 3.6Mbps, sementara Nokia 5700 masih 3G, padahal harganya sama. Dengan handphone ini anda tak perlu lagi membeli modem HSDPA untuk PC/notebook anda.

Dari sisi ukuran, Nokia 6120 clasic boleh dibilang sebagai handphone HSDPA dengan ukuran sangat kompak dan tipis.
Nokia juga sudah menanggalkan koneksi PopPort pada handphone ini dan menggantinya dengan mini USB yang sifatnya lebih flexibel dan universal.

Nokia 6120 classic merupakan satu-satunya handphone di dunia yang memiliki prosesor tercepat dan koneksi HSDPA namun dengan harga paling murah.
Bagi yang merasa N95 terlalu mahal untuk bermain game, Nokia 6120 classic merupakan solusi yang tepat.

 

 

 

 

3. Motorola RAZR V3xx  (Rp. 1.9 juta)

Dengan dibekali kombinasi chip grafis Nvidia GoForce 4800 dan prosesor yang lumayan kencang (245MHz), RAZR V3xx mampu menjalankan game 3D yang berat di layar resolusi tinggi (240x320). Tak hanya itu saja, handphone clamshell tipis ini juga telah mengadopsi koneksi HSDPA sehingga cocok dipakai sebagai modem super-cepat untuk PC/notebook anda.

Fitur lain yang dimilikinya adalah Bluetooth dan camera yang cuma 1.3MP saja.
Handphone ini tidak dibebani OS Symbian sehingga kinerja java game akan lebih optimal, namun sayangnya ada keterbatasan dalam hal Maximum JAR Size, sehingga anda tidak bisa menginstall game Java dengan ukuran diatas 1MB. Padahal beberapa game keren berukuran diatas 1MB

Sayangnya, di Indoensia handphone ini agak jarang keberadaannya, kalaupun ada biasanya barang BM (Black Market) alias bukan garansi resmi.
Jangankan yang BM, bahkan handphone Motorola yang resmi saja keberadaanya juga jarang, mengingat di Indonesia mayoritas konsumen maunya Nokia atau Sony Ericsson.

 

 

4. Sony Ericsson M600 (Rp. 1.7 juta)

Bagi yang ingin merasakan handphone dengan chip grafis 3D accelerator tapi budgetnya terbatas, M600 merupakan pilihan yang tepat.

Handphone ber-OS Symbian 9.1 UIQ ini dibekali chip grafis PowerVR MBX versi Lite yang notabene merupakan versi banci dari PowerVR MBX yang digunakan pada Nokia N95. Dengan chip grafis tersebut M600 sudah memiliki kemampuan untuk menjalankan game 3D dengan sangat lancar.
M600 juga sudah menggunakan layar touchscreen resolusi 240x320 dengan ukuran yang sangat lega (2.6") dan mendukukung 262 ribu warna.

Namun awas, M600 merupakan handphone yang terkenal kurang stabil, sehingga anda harus siap menghadapi ketidakstabilan dan berbagai masalah kompatibiltas dengan banyak game Java pada handphone ini.
Dukungan developer software terhadap OS Symbian UIQ (Sony Ericsson) memang tidak sebaik Symbian S60 (Nokia).
Beberapa game populer semisal EA Fight Night Round 3 juga bermasalah di handphone ini.

Sekalipun kencang di game 3D, namun navigasi menunya terasa lambat dan kurang responsif akibat penggunaan prosesor yang cuma 200MHz dan harus memikul OS Symbian UIQ.

Dalam hal fitur, M600 dibekali Bluetooth v.2, infrared, slot M2, dan keypad QWERTY, namun tidak dibekali camera.

Bila anda menginginkan perangkat gaming dengan fitur ala PDA (layar touchscreen 240x320), M600 boleh dipilih asalkan anda bersiap untuk mereset handphone ini secara berkala.
Sony Ericsson sendiri secara resmi telah menghentikan dukungan terhadap produk ini.

 

 

Budz Kay
budzkay@reviewland.com

 

Budz Kay Seminar

ABOUT US      HOME        DISKUSIKAN ARTIKEL INI DI FORUM

BEBERAPA ARTIKEL LAIN YANG RELEVAN DENGAN ARTIKEL INI:
- Nokia 6275: Handphone CDMA dengan teknologi luar angkasa

 

w e b d e s i g n by

Design by Budz Kay

©2008 Budz Kay Webdesign, All rights reserved
please contact webmaster for any web related problem